Pewarta dan aktivis LSM di Kabupaten Takalar rutin menggelar pertemuan setiap Jumat sambil ngopi sebagai ajang menjaga silaturahim, mempererat persaudaraan, dan membangun sinergi sosial.Jum’at 22 Mei 2026
WITANEWS.COM – Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas jurnalistik dan sosial kemasyarakatan, para pewarta dan aktivis LSM di Kabupaten Takalar memiliki cara sederhana namun penuh makna dalam menjaga kebersamaan. Setiap hari Jumat, mereka rutin berkumpul sambil menikmati secangkir kopi dan berbincang santai dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan yang sudah menjadi tradisi ini bukan sekadar ajang ngopi biasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang silaturahim, diskusi, dan berbagi informasi antar sesama pewarta serta pegiat sosial di Takalar.
Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, berbagai isu daerah, perkembangan pembangunan, hingga persoalan masyarakat kerap menjadi bahan perbincangan hangat. Dari obrolan ringan itu, lahir banyak ide, masukan, bahkan semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Salah satu pewarta Tuang Sore yang rutin hadir di warkop Talisea dalam area lapangan Mallatang Daeng Sibali, menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini penting untuk terus dijaga di tengah dinamika pekerjaan yang cukup padat.
“Silaturahim itu harus tetap dirawat. Dengan duduk bersama sambil ngopi, hubungan persaudaraan antar teman-teman media dan LSM semakin erat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan beberapa aktivis LSM salah satunya dari LSM Pemantik yang menilai kegiatan sederhana tersebut mampu membangun komunikasi yang sehat dan harmonis antar berbagai elemen sosial di Takalar.
Selain memperkuat hubungan emosional, pertemuan rutin itu juga menjadi wadah bertukar pikiran dan mempererat sinergi antara insan pers dan lembaga sosial dalam mengawal kepentingan masyarakat.
Tak jarang, suasana penuh canda dan tawa menghiasi pertemuan tersebut, menciptakan nuansa hangat yang mencerminkan kekompakan dan persaudaraan.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital, tradisi berkumpul secara langsung seperti ini dinilai tetap penting untuk menjaga nilai kebersamaan dan solidaritas.
Dengan secangkir kopi dan obrolan sederhana, para pewarta dan aktivis LSM Takalar membuktikan bahwa silaturahim adalah kekuatan yang mampu menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan energi positif bagi daerah.
(*)
